Tidak Usah Khawatir, Berikut Cara Olahraga di Masa Covid dan Bulan Puasa


Kesehatan badan ialah prioritas sangat utama di masa pandemi. Oleh sebab itu, tidak hanya komsumsi santapan yang sehat dan mempraktikkan protokol kesehatan, melaksanakan berolahraga di masa pandemi pula wajib dicoba supaya imunitas badan senantiasa terpelihara dengan baik. Tetapi, terdapat sebagian perihal yang butuh dicermati dikala melaksanakan berolahraga di masa pandemi tersebut.

Olahraga sepanjang masa pandemi tidak dapat disamakan dengan olahraga saat sebelum pandemi. Perihal ini dicoba supaya senantiasa bisa olahraga dengan nyaman serta tidak tertular ataupun menularkan penyakit untuk orang lain.

Awal, berolahraga tidak bisa lagi dicoba secara bersama- sama. Olahraga di luar ruangan( outdoor) mempunyai efek lebih besar sebab bisa berjumpa dengan banyak orang. Oleh sebab itu, melaksanakan berolahraga di dalam ruangan secara privat di masa pandemi ialah opsi yang lebih baik sebab tidak berjumpa dengan orang lain.

Apabila tidak bisa melaksanakan berolahraga secara privat, hingga berolahraga wajib senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Secara universal, berolahraga dicoba secara berjarak serta tidak merangsang kerumunan. Untuk berolahraga dengan keseriusan ringan, hingga senantiasa bisa memakai masker kain. Apabila melaksanakan berolahraga dengan keseriusan lagi ataupun berat, hingga tidak dianjurkan buat memakai masker.

Jenis- jenis Berolahraga bersumber pada Intensitasnya

Bersumber pada tingkatan intensitasnya, ada 3 tipe berolahraga:

  • Berolahraga keseriusan rendah. Contoh: mensterilkan rumah serta berjalan kaki.
  • Berolahraga keseriusan lagi. Contoh: jogging, bersepeda, serta berenang.
  • Berolahraga keseriusan besar. Contoh: lari marathon serta triathlon.

Tiap orang mempunyai standar kapasitas dalam olahraga yang berbeda- beda. Untuk sebagian orang, berlari dengan kecepatan 5 kilometer/ jam bisa dikategorikan selaku keseriusan rendah, sedangkan untuk orang lain bisa diucap berolahraga keseriusan lagi. Buat mengenali perihal tersebut, bisa dilakukan talk test ( uji berdialog) dikala olahraga.

Apabila dikala olahraga seorang masih bisa bernyanyi, hingga aktivitas tersebut bisa dikategorikan selaku berolahraga keseriusan rendah untuk orang tersebut. Apabila orang tersebut tidak bisa bernyanyi tetapi senantiasa bisa berdialog, hingga bisa dikategorikan selaku berolahraga keseriusan lagi. Apabila susah buat berdialog sepanjang berolahraga, hingga bisa dikategorikan selaku berolahraga keseriusan besar.

Berarti buat mengenali kapasitas kita dalam olahraga. Idealnya, seorang memerlukan paling tidak 150 menit olahraga dengan keseriusan lagi tiap minggunya dipecah ke dalam 5 hari. Opsi yang lain merupakan melaksanakan berolahraga keseriusan besar sebanyak 75 menit tiap minggunya. Tidak hanya itu, untuk orang yang tidak sempat melaksanakan berolahraga, hingga hendaknya mengawali olahraga dengan melaksanakan berolahraga keseriusan rendah terlebih dulu saat sebelum melaksanakan berolahraga keseriusan lagi maupun besar.

5 Panduan Berarti dikala Berolahraga di Masa Pandemi

Ada 5 perihal yang butuh dicermati dikala olahraga di masa pandemi, ialah:

  • Tentukan tujuan buat olahraga. Perihal ini berkaitan dengan tipe serta keseriusan berolahraga semacam apa yang butuh dicoba. Selaku contoh, apabila mau merendahkan berat tubuh hingga hendaknya jalani berolahraga kardio semacam berlari, bersepeda, serta berenang. Apabila mau melakukan body building, hingga bisa melaksanakan angkat beban.
  • Pahami kalau olahraga berarti melaksanakan kegiatan di atas kegiatan kita tiap harinya. Hingga, butuh dicoba pemanasan saat sebelum olahraga, dan pendinginan setelahnya. Fase- fase ini wajib dicoba tiap olahraga.
  • Sesuaikan berolahraga dengan keadaan badan dikala ini. Seorang berusia 50 tahun hendak mempunyai tipe berolahraga yang berbeda dengan seorang berusia 20 tahun. Untuk orang di atas 50 tahun, hendaknya menjauhi olahraga high impact yang mempunyai gerakan berbentuk hentakan- hentakan maupun kontak raga dan jalani olahraga low impact seperti senam, berenang, serta yoga.
  • Mulailah olahraga dari yang tipe berolahraga keseriusan ringan terlebih dulu untuk yang sebelumya tidak sempat olahraga. Jalani sepanjang sebagian hari saat sebelum mengawali olahraga dengan keseriusan lagi.
  • Senantiasa pakai peralatan berolahraga yang cocok dan patuhi protokol kesehatan.

Apa yang Butuh Dicoba dikala Luka akibat Berolahraga?

Apabila dalam olahraga seorang hadapi luka, hingga pakai tata cara“ RICE” selaku pertolongan awal.

  • R– Rest ataupun istirahat. Hentikan aktivitas berolahraga serta istirahatkan bagian badan yang hadapi luka.
  • I– Ice ataupun pemberian es. Kompreskan suatu yang dingin, utamanya es, ke bagian yang luka. Letakkan es ke dalam plastik, setelah itu ke dalam kain, sehingga es tidak langsung bersentuhan dengan kulit. Jalani sepanjang 15 menit serta diulangi tiap 2 jam sekali.
  • C– Compression ataupun kompres. Tekan bagian yang hadapi luka dengan perban elastis, tetapi tidak sangat rapat.
  • E– Elevation ataupun tinggikan. Tinggikan bagian badan yang luka di atas jantung.

Sangat tidak disarankan buat memijat anggota badan yang luka dikala luka awal kali terjalin. Konsultasikan dengan tenaga kedokteran terlebih dulu saat sebelum melaksanakan pemijatan, mengingat tidak seluruh perihal bisa dituntaskan dengan pijat.

Berolahraga di Masa Pandemi dikala Bulan Puasa

Terdapat sebagian perihal yang butuh dicermati dikala olahraga di bulan puasa. Idealnya, jalani berolahraga saat sebelum berbuka puasa. Perihal ini bertujuan supaya kalori maupun tenaga yang dibakar bisa lekas ditukar dan tidak terjadi dehidrasi dalam badan. Tidak hanya itu, olahraga saat sebelum berbuka puasa bisa lebih banyak dalam membakar lemak. Tidak hanya itu, berolahraga bisa pula dicoba setelah berbuka puasa. Ada opsi lain ialah olahraga sehabis sahur, tetapi tidak disarankan untuk orang yang tidak terbiasa sebab bisa menimbulkan kekurangan tenaga sepanjang menempuh ibadah puasa.


Leave a Reply

Your email address will not be published.